Sunday, 16 October 2016

Tafsir Al-Quran (Surah Al-Baqarah ayat 17-24)

17. Perumpamaan bagi mereka adalah seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah menghilangkan cahaya (yang menyinar) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
18. Mereka tuli bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.
19. Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, peteri,, dan kilat. Mereka menutup telinga dengan jari-jemari, (menghindari) suara petir itu kerana takutkan mati. Dan Allah meliputi orang yang kafir.(12)
20. Kilat itu hampir-hampir menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu dan apabila kembali gelap, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, nescaya Dia menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh,, Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.
21. Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.
22. (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air(hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Oleh itu, janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
23. Dan jika kamu meragui (al-Quran) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah yang sama dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang-orang yang benar.
24. Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.

(12) Pengetahuan dan kekuasaan Allah meliputi orang-orang kafir.

Mu’jam (QS Al-Baqarah, 2:19)
Lafaz Al-Maut mengandungi beberapa aspek untuk ditinjau dari segi kehidupan. Pertama, tidak berfungsinya kekuatan pada makhluk Allah seperti manusia, haiwan, dan tumbuh-tumbuhan. Kedua, tidak berfungsinya panca indera. Ketiga, tidak berfungsinya akal yaitu ada dalam keadaan bodoh. Keempat, terlena dalam kesedihan di dalam kehidupan. Dan kelima tertidur kerana tidur ialah kematian sementara sedangkan kematian ialah tidur yang abadi. (Ar-Ragib Al-Asfahani, Mu’jam Mufradati Al-Fazil Qur’ani, 1431 H / 2010 M: 361)

Perumpamaan Hati Orang Munafik (QS Al-Baqarah, 2: 17-19)

Hadis Nabawi

Dari Abu Sa’id, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda “Hati itu ada empat macam, pertama hati yang bersih. Ia seperti lentera yang bercahaya; Kedua, hati yang tertutup. Ia terikat dengan penutupnya; Ketiga hati yang sakit; Dan keempat hati yang terbalik. Adapun hati yang bersih adalah hati orang beriman, ia seperti lentera yang bercahaya. Hati yang tertutup adalah hati orang kafir. Hati yang sakit adalah hati orang munafik, ia mengetahui yang baik namun mengingkari. Dan hati yang terbalik adalah hati yang di dalamnya ada iman dan nifak. Contoh keimanan adalah seperti tanah yang dapat memberikan air yang bersih sedangkan nifak adalah seperti bisul, di dalamnya hanya nanah dan darah. Maka di antara keduanya, yang paling kuat adakan mengalahkan lainnya.” (Hadis Riwayat Ahmad). (Ibnu Kasir, Tafsirul Qurani’l Azimi, Jilid 1, 1421 H/ 2000 M: 305)



6 comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...